Aslinya saya ditugaskan untuk melakukan mapping daerah rawan longsor di delapan desa. Awalnya sih saya antusias, bisa dapat tambahan ilmu geologi, namun akhirnya saya harus kecewa. Tim surveyor yang dibentuk tenryata tidak satu pun yang punya latar belakang ilmu geologi. Akhirnya tim ini berjalan seperti anekdot lawas tentang beberapa orang buta yang mencoba mendefinisikan gajah.
Ya sudah lah, akhirnya daripada gak enak hati, saya anggap saja ini acara jalan2 keliling daerah perbukitan sambil foto-foto sana sini...
Nah ini salah satu tebing yang lumayan curam di sisi Kali Oyo. Ngeri juga, kalau sewaktu-waktu runtuh. Beberapa permukiman malah tepat di bawah tebing yg sangat curam, dan ada yang bikin rumah di land edge, alias tebing.. seperti ini:
di sepanjang Kali Oyo memang banyak permukiman yang "menantang bahaya".
Bangunannya pun masih banyak yg sederhana terbuat dari kayu dan "gedhek"..
Sudahlah daripada membahas longsor dan bahayanya mending menikmati eksotisnya kawasan pegunungan di timur Bantul ini
Misalnya ini, palng PKK yg roboh tergerus arus sungai sepanjang musim hujan...
Kalau sudah sampai daerah Kali Oya ini jangan sampai lupa mengunjungi jembatan gantung eksotis yang sering dijadikan lokasi shoting sinetron atau iklan. Kebetulan pas kesana pas musim kemarau, jadi airnya lumayan jernih.
Ini jembatan gantungnya...
Fotnya pasti jauh lebih keren..
lah ahli geologinya malah dikirim ke sulawesi gitu kok?
BalasHapusherzlich willkommen pak, machen Sie bitte weiter so :D
heheh... namanya juga project abal-abal...
BalasHapusIki dalam rangka proyek opo? kae tanggule kali oyo jebol dowo banget pas di dalan sik nyabang.
BalasHapusSaiki banyune malah gak begitu bagus, debit terlalu kecil, kesane airnya mandeg.
Proyek Pemetaan Lokasi Rawan Longsor.. ning anehe tanpa geologis, dadi persis kaya wong wuta mbedhek gajah... salah kabeh...
BalasHapus